Cara Menyembunyikan SSID Access Point

Beberapa access point memiliki fitur untuk menyembunyikan atau tidak mengaktifkan broadcast SSID salah satunya TP-LINK TL-MR3420.

Cara Menyembunyikan SSID

* Wireless->Wireless Settings.
* Lepas centang Enable SSID Broadcast.
* Save.

Soal Jaringan

A. SOAL PEMAHAMAN MATERI
Soal 1: Jelaskan jumlah secara rinci alamat IPv4 yang diperbolehkan digunakan di jaringan Internet dan sebutkan alamat-alamat IPv4 yang tidak boleh digunakan di jaringan Internet. Berikan alasan kenapa alamat IP tertentu (khusus) tidak boleh digunakan di jaringan Internet!
Pembahasan :
Dengan memperhatikan kapasitas yang digunakan pada pengalamatan IPv4 adalah 32 bit maka secara umum dapat dikatakan jumlah IPv4 adalah 232 = 4.294.967.296 IP Address. Akan tetepi tidak semua alamat IP bisa dipergunakan begitu saja dalam pengalamatan di jaringan. Pengalamatan jaringan harus memperhatikan aturan-aturan pengalamatan IPv4 yang sudah ditentukan yaitu tentang pengaturan berdasarkan IP Class dan IP Khusus. Pengaturan Kelas IPv4 yaitu :
Class A : 1.0.0.0 s.d 126.255.255.254,
Class B : 128.0.0.0 s.d 191.255.255.254,
Class C : 192.0.0.0 s.d 223.255.255.254,
Class D : 224.0.0.0 s.d 239.255.255.255,
Class E : 240.0.0.0 s.d 254.255.255.254 .

Dari pembagian IP Class tersebut masih harus memperhatikan tentang beberapa IP yang tidak dipergunakan dalam pengalamatan terminal yaitu Class D sebagai Alamat Multiclass Address, Class E untuk di cadangkan, IP Loopback, Broadcast dan IP Private.
Dengan demikian alamat IPv4 yang digunakan dalam pengalamatan hanya IP Class A, B dan C. Karena IP Class A, B dan C tersebut masih terdiri dari IP Loopback, IP Address Private, alamat Jaringan dan Alamat local broadcast maka secara keseluruhan jumlah alamat IPv4 yang dapat digunakan dalam jaringan dapat diuraikan sebagai berikut :
Jumlah bit untuk alamat jaringan kelas A adalah 8bit dikurangi 1bit, sehingga hasilnya 7bit. 1bit pengurangan tersebut sudah merupakan ketentuan IP class A karena untuk IP class A sudah ditentukan bahwa bit pertama pada oktet pertama adalah nol (0xxxxxxx). Di dalam kelas A terdapat IP pertama nol tidak mungkin digunakan, dan loopback address (127.x.x.x). Dengan demikian total alamat jaringan kelas A adalah  (27- 2) = 126. Selain itu untuk IP Class A juga terdapat satu alamat jaringan Private. Sedangkan Class B jumlah bit jaringannya adalah 16bit dikurangi 2bit karena bit pertama class B adalah satu nol (10xxxxxx), dengan total alamat jaringan adalah 214. Sedangkan IP class C adalah 24 bit dikurangi 3bit sehingga totalnya adalah 221.
Class A : ((27-2)x(224-2)) – (1 x(224-2)) = ((128-2) X (16.777.216 – 2)) – (1x(16.777.216 – 2) = 2.113.929.216 – 16.777.214 = 1.947.151.750
Class B : (214x(216-2))-(16x(216-2)) = (16.384 x (65.536 – 2 )) – (16 x ( 65.536 – 2 )) = 1.073.709.056 – 10.488.576 = 10.63.220.480
Class C : (221x(28-2)) – ( 256 x (28-2)) = (2.097.152 x 254) – (256 x 254) = 532676608 – 65024 = 532.676.608
Sehingga Total Alamat IPv4 yang dapat digunakan di jaringan Internet adalah Total Class A (1.947.151.750) + Total Class B (10.63.220.480) + Total Class C (532.676.608) = 3.543.048.838.
Sedangkan jumlah alamat IPv4 yang tidak dapat digunakan dalam pengalamatan host dalam jaringan adalah 4.294.967.296 – 3.543.048.838 = 751.918.458 Alamat IP atau kurang lebih 17%.
Soal 2: Dalam proses komunikasi antara satu terminal dengan terminal lain dalam jaringan komputer suatu datagram mengalami proses fragmentasi. Jelaskan proses fragmentasi dan kenapa proses fragmentasi tersebut terjadi!
Pembahasan :
Suatu datagram akan ter-fragmentasi jika ukuran dari datagram tersebut lebih besar dari Maximum Transfer Unit (MTU) perangkat jaringan. Ketika Router menerima Protocol Data Unit (PDU) lebih besar dari MTU simpul jaringan berikutnya, pada IPv4 dimungkinkan terjadi dua pilihan. Drop PDU dan mengirim pesan melalui ICMP yang menjelaskan bahwa kondisi packet terlalu besar atau di fragmentasi sesuai dengan ukuran simpul jaringan berikutnya kemudian dikirimkan. Kemudian simpul yang menerima paket IP terfragmentasi tersebut akan melakukan re-assembly datagram untuk dikomunikasikan pada protokol layer lebih tinggi.

Soal 3: Bagaimanakah perincian dari suatu alamat jaringan yang meliputi; alamat IP yang bisa digunakan, dan alamat broadcast tiap segmentasi jaringan jika sebuah alamat jaringan 192.168.1.0/24 diubah menjadi 4 sub jaringan dengan tujuan untuk mengakomodasi pengalamatan jaringan antara 20 sampai 30 alamat IP di masing-masing sub jaringan.
Pembahasan :
Satu alamat jaringan 192.168.1.0/24 dibagi menjadi 4 sub jaringan, dengan ketentuan maksimum IP dalam jaringan adalah 30 alamat IP. Dalam kasus ini dapat dikerjakan dengan menggunakan konsep subnetting conventional karena jumlah alamat IP dalam masing-masing jaringan sama. Karena menggunakan conventional subnet maka Subnet Zero dan Subnet-ones tidak diijinkan untuk digunakan sehingga dengan memperhatikan kebutuhan jumlah host yang harus terpenuhi 30 alamat IP per subnet, maka dapat digunakan 5 bit host karena untuk memenuhi 30 ip per subnet yang paling mendekati adalah 25 = 32, sehingga pembagian jaringannnya adalah sebagai berikut :
subnet-1. 192.168.1.0/27 (Subnet-Zero)
subnet-2. 192.168.1.32/27
subnet-3. 192.168.1.64/27
subnet-4. 192.168.1.96/27
subnet-5. 192.168.1.128/27
subnet-6. 192.168.1.160/27
subnet-7. 192.168.1.192/27
subnet-8. 192.168.1.224/27 (Subnet-Ones)
Dari 8 subnet tersebut subnet zero dan subnet ones tidak boleh digunakan sehingga yang dapat digunakan adalah subnet ke-2 sampai dengan subnet ke-7. Sedangkan kebutuhan hanya 4 subnet, maka dapat digunakan mulai subnet ke-2 sampai dengan subnet ke-5, atau boleh subnet lain selain subnet-1 dan subnet-8.
Subnet-2. 192.168.1.32/27
Alamat jaringan = 192.168.1.32
Range IP Host = 192.168.1.33 s.d 192.168.1.62
Alamat IP Broadcast = 192.168.1.63

Subnet-3. 192.168.1.64/27
Alamat jaringan = 192.168.1.64
Range IP Host = 192.168.1.65 s.d 192.168.1.94
Alamat IP Broadcast = 192.168.1.95
Subnet-4. 192.168.1.96/27
Alamat jaringan = 192.168.1.96
Range IP Host = 192.168.1.97 s.d 192.168.1.126
Alamat IP Broadcast = 192.168.1.127
Subnet-5. 192.168.1.128/27
Alamat jaringan = 192.168.1.128
Range IP Host = 192.168.1.129 s.d 192.168.1.158
Alamat IP Broadcast = 192.168.1.159

B. SOAL STUDI KASUS
Sebuah usaha game online yang memiliki 42 unit terminal jaringan sering mengalami kendala dalam hal konektifitas, yakni jaringan tiba-tiba lambat bahkan sering kali jaringan tersebut down. Jika seluruh perangkat jaringan yang ada di lantai 2 dan 3 di restart jaringan tersebut normal kembali. Peralatan jaringan pada game online tersebut terdiri dari 1 switch di lantai satu yang terhubung dengan HUB di lantai 2 dan HUB di lantai 3 terhubung pada salah satu port perangkat jaringan (HUB) di lantai 2. Koneksi ke jaringan Internet melalui router yang ada di lantai 1 dan terhubung ke suatu ISP sebut saja J-Net menggunakan koneksi broadband. Masing – masing terminal tersebar di ke tiga lantai dengan jumlah yang sama. Perangkat Router tersebut memiliki 4 koneksi ethernet, 1 port terhubung ke ISP dan sat port terhubung ke switch.
Tugas :
  1. Gambarkan desain kondisi awal jaringan pada usaha game online tersebut
  2. Tata ulang konfigurasi jaringan tersebut dengan memperhatikan network availability, network performance dan network security berdasarkan pengelolaan perangkat layer-2 (Switch).
  3. Bagaimanakah manajemen pengalamatan dengan memperhatikan masalah broadcast traffic dan juga network security berdasarkan technology yang bisa di akomodasi oleh perangkat layer-3.
Penyelesaian :
1. Desain kondisi awal

Gambar-1 . Desain Awal Jaringan Game Online
2. Tata ulang konfigurasi jaringan tersebut dengan memperhatikan network availability, network performance dan network security berdasarkan pengelolaan perangkat layer-2 (Switch).
Gambar-2. Re-konfigurasi jaringan Game Online
Seperti terlihat pada gambar-2, bahwa penggunaan perangkat HUB seperti pada gambar-1 kurang tepat karena HUB tidak memiliki kemampuan dalam penanganan terhadap network collusion sehingga jika terjadi collusion di lantai 2 akan menggangu lantai 3 dan juga sebaliknya. Akan tetapi untuk lantai 1 tidak akan mengalami gangguan jaringan yang diakibatkan oleh terjadinya network collusion karena lantai 1 sudah menggunakan Switch. Penggunaan switch akan memberikan dampak terhadap peningkatan performance dan network security.

Jika menggunakan HUB, komunikasi yang dilakukan oleh salah satu terminal pada suatu port akan di teruskan ke semua port yang aktif pada HUB tersebut. Dengan demikian jika salah satu port yang ada di lantai 2 pada gambar 1 mengirimkan pesan ke port yang ada di lantai 2, maka semua port yang ada di lantai 2 dan semua port yang ada di lantai 3 akan mendapatkan paket pesan tersebut. Dengan demikian jika konfigurasi kita ubah seperti pada gambar-2 maka secara otomatis network performance jaringan game online tersebut akan meningkat. Dengan penggantian switch dengan konfigurasi seperti pada gambar 2, maka secara tidak langsung akan mengurangi resiko keamanan karena komunikasi yang dilakukan antar dua terminal tidak akan di kirimkan ke semua terminal, dengan demikian dengan konfigurasi seperti pada gambar-2 akan memberikan dampak terhadap perningkatan network security.
Untuk lebih meningkatkan pengamanan jaringan dengan menggunakan perangkat Switch, dapat dilakukan dengan mengkonfigurasi port masing-masing switch denganport security. Dengan feature port security yang umumnya dimiliki oleh berbagai vendor switch manageble maka dapat diberikan batasan MAC Address dari komputer tertentu yang terdaftar saja yang bisa terkoneksi pada port tersebut. Bahkan bisa lebih maksimal lagi jika terjadi percobaan koneksi komputer yang tidak terdaftar pada port tersebut, port dapat langsung disabled secara otomatis. Dengan memaksimalkan kemampuan switch ini juga termasuk dalam peningkatan network security pada jaringan game online tersebut.

Sedangkan kaitannya dengan peningkatan network availability, dapat dilakukan dengan menyediakan 2 jalur koneksi antar switch yang umum dikenal dengan port switch redundancy link. Untuk bisa menggunakan konfigurasi redundancy link seperti pada gambar-2 tersebut, switch harus mempunyai kemampuan Spanning Tree Protocol (STP). Karena jika dua perangkat jaringan yang tidak memiliki kemampuan STP dipaksa di hubungkan dengan dua koneksi, maka akan mengakibatkan permasalahan baru di jaringan yakni broadcast stormloop avoidance dan juga instability mac address tables. Dengan demikian pemasangan double konektifitas dalam menghubungkan dua switch dengan kemampuan STP, administrator jaringan sudah tidak perlu disibukan lagi dengan aktifitas disable/enable port yang menghubungkan 2 switch.
3. Bagaimanakah manajemen pengalamatan dengan memperhatikan masalah broadcast traffic dan juga network security berdasarkan technology yang bisa di akomodasi oleh perangkat layer-3.
Pembahasan :
Untuk menjawab kasus nomer 3 ini bisa tetap menggunakan bentuk konfigurasi seperti pada gambar 2, akan tetapi secara teknis harus dilakukan peningkatan pengaturan, atau switch manageable dengan membagi masing-masing lantai dengan VLAN. Pembagian tersebut untuk lantai 1 dapat ditentukan sebagai VLAN-10, lantai 2 sebagai VLAN-20 dan lantai-3 sebagai VLAN-30 beserta anggotanya berupa terminal-terminal yang ada di masing-masing lantai.

Pembuatan VLAN yang mengakibatkan jaringan lantai-1, 2 dan 3 menjadi terpisah maka harus dilakukan penggabungan kembali menggunakan router dengan menambahkan fungsi VLAN routing. Berkaitan dengan pembagian VLAN tiap lantai tersebut, berdampak terhadap perubahan pengalamatan pada jaringan. Misalnya awalnya jaringan dengan alamat 10.10.10.0/24 harus diubah menjadi 10.10.10.32/27 untuk 24 terminal di lantai 1(VLAN-10), 10.10.10.64/32 untuk VLAN-20, dan 10.10.10.96/27 untuk VLAN-30. Pengaturan pengalamatan 27 subnet bit tersebut didasarkan pada permasalahan pada kasus bahwa game online memiliki 42 terminal tersebar merata pada masing-masing lantai, maka pengaturan pengalamatan yang paling efficient adalah 25 untuk jumlah host bit nya, sehingga menghasilkan konfigurasi pengalamtan tersebut.

Dengan membagi jaringan dari 10.10.10.0/24 menjadi 3 subnet yakni 10.10.10.32/27, 10.10.10.64/27 dan 10.10.10.96/27 yang di pisahkan oleh VLAN untuk masing-masing segmen jaringannya yang di dihubungkan kembali (di filter) oleh router maka akan dapat mengurangi masalah network broadcast karena router tidak akan meneruskan network broadcast ke segmen jaringan lainnya. Secara tidak langsung juga akan meningkatkan keamanan atau network security karena pengguna di VLAN akan membatasi akses pengguna antar VLAN secara langsung. Sementara untuk lebih meningkatkan keamanan dengan memaksimalkan fungsi router yaknirouter access list atau kemampuan packet filter. Dengan network filter, dapat memblok akses atau bahkan jenis protokol dapat di batasi untuk masing-masing jaringan dan juga bisa juga per terminal berdasarkan alamat IP.
Sebagai contoh konfigurasi pada gambar-2 yang sudah menerapkan VLAN, port security, dan VLAN Routing seperti pada file yang dibuat dengan aplikasi Packet Tracer dengan konfigurasi sebagai berikut :
1. Konfigurasi VTP
VLAN
switch-1(config)#vlan 10
switch-1(config-vlan)#name vlan10
switch-1(config)#vlan 20
switch-1(config-vlan)#name vlan20
switch-1(config)#vlan 30
switch-1(config-vlan)#name vlan30
VLAN Trunking Protocol (VTP)
switch-1(config)#vtp domain stikom
switch-1(config)#vtp mode server
switch-2(config)#vtp domain stikom
switch-2(config)#vtp mode client
switch-3(config)#vtp domain stikom
switch-3(config)#vtp mode client

2. Konfigurasi VLAN & Port Security
SWITCH-1
interface FastEthernet0/1
switchport trunk allowed vlan 10,20,30
switchport mode trunk
!
interface FastEthernet0/2
switchport access vlan 10
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security maximum 4
switchport port-security violation protect 
switchport port-security mac-address 0001.64B5.5976
!
interface FastEthernet0/3
switchport trunk allowed vlan 30
switchport mode trunk
!
interface FastEthernet0/4
switchport trunk allowed vlan 30
switchport mode trunk
!
interface FastEthernet0/5
switchport trunk allowed vlan 20
switchport mode trunk
!
interface FastEthernet0/6
switchport trunk allowed vlan 20
switchport mode trunk
interface FastEthernet0/22
switchport access vlan 10
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security maximum 4
switchport port-security violation protect 
switchport port-security mac-address 00E0.B07D.3B5A
SWITCH-2
interface FastEthernet0/1
switchport access vlan 20
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security violation protect 
switchport port-security mac-address 0040.0B0C.C198
!
interface FastEthernet0/2
switchport access vlan 20
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security violation protect 
switchport port-security mac-address 0002.1724.0A92
!
interface FastEthernet0/5
switchport trunk allowed vlan 20
switchport mode trunk
!
interface FastEthernet0/6
switchport trunk allowed vlan 20
switchport mode trunk
SWITCH-3
interface FastEthernet0/1
switchport access vlan 30
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security violation restrict 
switchport port-security mac-address 00E0.F708.6AD4
!
interface FastEthernet0/2
switchport access vlan 30
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security violation restrict 
switchport port-security mac-address 0060.7050.5CAA
!
interface FastEthernet0/3
switchport trunk allowed vlan 30
switchport mode trunk
!
interface FastEthernet0/4
switchport trunk allowed vlan 30
switchport mode trunk
ROUTER
interface FastEthernet0/0.1
encapsulation dot1Q 10
ip address 10.10.10.62 255.255.255.224
!
interface FastEthernet0/0.2
encapsulation dot1Q 20
ip address 10.10.10.94 255.255.255.224
!
interface FastEthernet0/0.3
encapsulation dot1Q 30
ip address 10.10.10.126 255.255.255.224

Perintah Dasar Berbasis Teks (Bash Script)

Berikut perintah-perintahnya :
#any_command –help
Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.
#sudo
SuperUser Do, mendapatkan akses root atau administrator pada user biasa tanpa harus login sebagai root user
#ls
Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls –color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.
#ls -al
Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
#cd directory
Change directory. 
Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd – akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.
#cp /source /destination
Mengopi suatu file, gunakan cp -r untuk copy suatu directory
#mcopy /source /destination
Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem.
Contoh mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat….
#mv /source /destination
Memindahkan atau mengganti nama file
ln -s source destination Membuat Simbolic Links, contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X
#rm /files
Menghapus file
#mkdir /directory
Membuat direktori baru
#rmdir /directory
Menghapus direktori yang telah kosong
#rm -r /files
(recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux
#more filename
Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.
#less filename
Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,
#pico filename
Edit suatu text file.
#pico -w filename
Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.
#lynx file.html
Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.
#tar -zxvf filename.tar.gz
Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt
#tar -xvf filename.tar
Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).
#gunzip filename.gz
Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.
#bunzip2 filename.bz2
Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2?, digunakan pada file yang besar.
#unzip filename.zip
Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.
#find / -name “filename”
Mencari “filename” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).
                         
#locate filename
Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.

#talk username1
Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut.

#mc“Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus.
#telnet server
Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut.
Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.
#ssh user@ipaddress
(Secure Shell) Untuk mengakses mesin lain,
#rlogin user@ipaddress
(remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.
#rsh user@ipaddress
(remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.
#ftp user@ipaddress
Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.
#scp /source /destination
(secure copy) untuk copy file ke atau dari mesin lain, contoh scp user@ipaddress:/source /destination
minicom Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).
#./program_name
Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda
#xinit
Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).
#startx
Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1
#startx — :1
Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan , , etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.
#xterm
(pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit
#xboing
(pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama …..
gimp (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis.
#netscape
(pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
netscape -display host:0.0 (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0.
Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost
#shutdown -h now
(sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).
#halt
reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. 
Lebih simple dari perintah di atas.
#man topic
Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuaidengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. 
Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command –help.
#apropos topic
Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..
#pwd
Melihat direktori kerja saat ini
#hostname
Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts
#whoami
Mencetak login name anda
#id username
Mencetak user id (uid) atau group id (gid)
#date
Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah: date 123123572000
#time
Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date
who Melihat user yang login pada komputer kita.
#rwho -a
Melihat semua user yg login pada network anda. 
Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya.
#finger username
Melihat informasi user, coba jalankan; finger root
#last
Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.
#uptime
Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.
#ps
(=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
#ps aux
Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal
#uname -a
Informasi system kernel anda
#freeInformasi memory (dalam kilobytes).
#df -h
(=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)
#du / -bh
(=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).
#cat /proc/cpuinfo
Cpu info. 
Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).
#cat /proc/interrupts
Melihat alamat interrupt yang dipakai.
#cat /proc/version
Melihat Versi dari Linux dan informasi lainnya.
#cat /proc/filesystems
Melihat filesystem yang digunakan.
#cat /etc/printcap
Melihat printer yang telah disetup
#lsmod (as root)
Melihat module-module kernel yang telah di load.

Komunikasi Data

Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet
Secara umum ada dua jenis komunikasi data, yaitu:

Melalui Infrastruktur Terestrial
Menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya. Membutuhkan biaya yang tinggi untuk membangun infrastruktur jenis ini. Beberapa layanan yang termasuk teresterial antara lain: Sambungan Data Langsung (SDL), Frame Relay, VPN MultiService dan Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).

Melalui Satelit 

Menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya infrastruktur terestrial namun membutuhkan waktu yang lama untuk berlangsungnya proses komunikasi. Kelemahan lain dari komunikasi via satelit adalah adanya gangguan yang disebabkan oleh radiasi gelombang matahari dan yang paling parah terjadi setiap 11 tahun sekali.

Model Komunikasi Data

Berdasarkan bentuk-bentuk penerapannya, sistem komunikasi data dapat berupa Off-line, Communication System,  dan On-line Communication System.

Sistem Komunikasi Off-Line
Offline Communication System adalah suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi ke pusat pengolah data, tetapi data yang dikirim tidak langsung diproses ke CPU (Central Processing Unit).
Data yang akan diproses dibaca oleh terminal, kemudian dengan menggunakan modem, data tersebut dikirim melalui telekomunikasi. Di tempat tujuan data diterima juga oleh modem, kemudian oleh terminal, data disimpan ke alamat perekam seperti pada disket, magnetic tape, dan lain-lain. Dari alat perekam ini, nantinya dapat diproses oleh komputer. Jenis-jenis peralatan yang diperlukan dalam offline communication system, yaitu terminal, modem, sistem komputer dan jalur komunikasi.

Sistem Komunikasi On-Line
Online Communication System dapat berbentuk :
  • Realtime system
Sistem Real Time merupakan suatu sistem pengolahan data yang membutuhkan tingkat transaksi dengan kecepatan tinggi. Pada sistem Real Time, pengolahan data harus berpusat pada CPU yang relatif besar karena sistem ini didukung dengan sistem operasi yang rumit dan sistem aplikasi yang panjang dan kompleks.
  • Batch processing system
Batch Processing System merupakan teknik pengolahan data dengan menumpuk data terlebih dahulu dan diatur pengelompokan data tersebut dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Jadi pada dasarnya, sistem ini akan memproses suatu data setelah data itu terkumpul atau tertumpuk telebih dahulu
  • Timesharing system
Time Sharing System adalah suatu teknik penggunaan online sistem oleh beberapa pemakai. Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat input/output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian.
  • Distributed data processing system
Distributed Data Processing System dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi dan setiap komputer mampu memproses data secara mandiri dan mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem.

Komunikasi Data Pada Komputer

Komputer atau prosesor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data akan berbeda dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak komputer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. 
Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah data yang datang secara cepat dalam sistem real-time. Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi / komunikasi dibedakan atas (peralatan interaksi) :

Data Communication Equipment – DCE, untuk menyalurkan informasi antar lokasi.
Data Terminal Equipment – DTE, merupakan peralatan tempat informasi masuk dan keluar bagi pemakai maupun komputer.

Di dalam sistem komunikasi data ada sistem yang mengatur hubungan dengan peralatan komunikasi data. Peralatan ini disebut Data Communication Controller Unit – DCCU.

Tugas dari DCCU antara lain :

  • Membentuk antar muka antara sistem input/output bus dan modem;
  • Mengendalikan sinyal antarmuka modem dan konversi level sinyal agar sesuai dengan antarmuka;
  • Mengubah data yang akan dikirimkan menjadi serial dan sebaliknya;
  • Untuk peralatan sinkron terdapat buffer, dan kendali berita antara 2 stasiun dilakukan oleh DCCU;
  • Mengatur error recovery dengan mekanismeretry;
  • Melakukan konversi sandi bilamana perlu;Melakukan sinkronisasi karakter baik dengan cara start/stop maupun dengan karakter SYN;
  • Melakukan bit sinkronisasi untuk controller asinkron. Kadang kala controller sinkron juga dapat melakukannya dengan internal clock;
  • Melakukan pengujian kesalahan (parity, longitudinal atau BCC);
  • Mengendalikan prosedur dengan melacak karakter transmission control.

Peralatan Komunikasi Data

Terminal

  • Workstation Mikrokomputer
  • Mikro computer untuk tujuan umum atau workstation input/ output dengan sirkuit pintar dan CPU.
  • Terminal Remote Entry Job
  • Terminal yang digunakan secara batch dengan menggunakan punched card.
  • Terminal Facsimile (FAX)
  • Terminal yang dapat mentransmisikan gambar yang tepat dari dokumen hard copy melalui jalur telepon dan sirkuit satelit di seluruh dunia
  • Terminal POS (Point Of Sale)
  • Terminal yang biasa digunakan di supermarket, toko-toko dan departemen store. Terminal tsb dilengkapi dengan sistem untuk transaksi pembelian dan memungkinkan database untuk merefleksikan status perusahaan pada saat itu.
  • Terminal Dumb / Intelligent
  • Terminal Dumb adalah terminal video yang tidak ikut ambil bagian dalam pengontrolan dan pemrosesan tugas. Terminal Intelligent dilengkapi dengan CPU. Semua terminal diatas kecuali fax dapat berupa terminal dumb atau intelligent.
  • MODEM : Modem adalah alat elektronik yang dapat mengubah (memodulasi) komunikasi digital antara computer ke dalam nada yang dapat ditransmisikan melalui jalur telepon. Data yang diterima kemudian diubah dari suara ke informasi digital.

Unit Pengontrol Cluster
Alat ini digunakan untuk membuat sambungan antara terminal yang dikontrol dengan peralatan lain.

Multiplexter
Alat yang memungkinkan penggantian beberapa jalur transmisikecepatan rendah dengan jalur transmisi berkecepatan tinggi.

Front-End Processor
Front-End Processor melakukan lalu lintas komunikasi data yang masuk dan keluar. Kedua peralatan tersebut dapat berbeda jenis, konfigurasi yang umum adalah jenis khusus minicomputer yang berfungsi sebagai front-end processor dan mainframe sebagai host.

Host
Host memproses pesan datacom yang masuk setelah diproses data dapat ditransmisikan kembali ke front-end processor.

Software Komunikasi Data

Seperti perangkat keras komputer, perangkat keras datacom tidak mempunyai arti apa-apa tanpa perangkat lunak komunikasi. Karena perangkat lunak memungkinkan semua unit perangkat keras datacom bekerja sebagai satu sistem. Sebagian besar perangkat lunak berada dalam host dan front end processor, dan sebagian dapat berada pada cluster control unit dan terminal.

Perangkat lunak yang berada pada host, berfungsi :
  • menempatkan pesan dalam suatu urutan tertentu berdasarkan prioritas.
  • Mengamankan catatan (log) dari setiap terminal dan memeriksa apakah suatu terminal berwenang untuk mengerjakan tugas yang diminta.
  • Menghubungkan jaringan datacom dengan sistem manajemen database
  • Mengamankan gangguan sewaktu listrik pada dengan menyimpan status penyimpanan primer secara periodik.
Perangkat lunak dalam front end processor, berfungsi :

  • menanyai dan menentukan terminal secara berurutan apakah terminal tersebut ingin menggunakan saluran.
  • Memelihara catatan dengan memberikan waktu dan tanggal pada tiap pesan dan penomorannya.
  • Mengubah kode dari satu jenis peralatan (misalnya IBM ) kejenis lain (misal DEC).
  • Menyunting data
  • Menambah dan menghapus kode routing.
  • Memelihara file historis, termasuk memulihkan dari gangguan.
  • Memelihara statistik atas penggunaan jaringan.
Peranan Komunikasi Data dalam Pemecahan Masalah

Dengan jaringan komunikasi data yang baik, suatu perusahaan dapat mengejar strategi pengambilan keputusan sentralisasi atau desentraliasi.
Pada sentralisasi pengambilan keputusan, semua keputusan penting dibuat oleh manajemen puncak di kantor pusat.
Pada desentralisasi pengambilan keputusan, manajemen puncak mendelegasikan wewenang untuk membuat keputusan kepada manajer tingkat yang lebih bawah.

Sumber :

http://wikipedia.org