Jenis-jenis Software SEM

 Jenis-jenis Software SEM.

No
Nama Software
Penemu
1
AMOS(Analysis of Moment Structures)
Arbuckle
2
CALIS(Covaiance Analysis and Linear structural Equations)
Hartman
3
COSAN
Fraser
4
EQS(Equations)
Bentler
5
GSCA  (Generalized Structural Component Analysis)
Hwang dan Tukane
6
LISCOMP(Linear Structural Equations with Comprehensive Measurement Model)
Muthen
7
LISREL(Linear Structural Relationship)
Karl G. Joreskoand Dag Sorbon
8
LVPLS
Lahmoller
9
MECOSA
Arminger
10
MPLUS
Muthen and Muthen
11
TETRAD
Glaymour, Scheines, Spirtes dan Kelly
12
SMART PLS
Ringle, Wende dan Will
13
VISUAL PLS
Fu, Park
14
WARP PLS
Kock
15
SPAD PLS
Test and Go
16
REBUS PLS
Trinchera dan Epozito Vinci
17
XLSTAT
Addinsoft Country: France
18
NEUSREL
Buckler
19
PLS GRAPH
Chin
20
PLS GUI
Li
21
RAM
Mc Ardle dan McDonald
22
RAMONA(Recticular Action Model or Near Approximation)
Browne dan Mels
23
SEPATH(SEM and Path Analysis)
Steiger

Jenis-Jenis SEM.

Secara garis besar metode SEM dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu SEM berbasis covariance atau Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dan SEM berbasis varian ataukomponen / Variance atau Component Based SEM (VB-SEM) yang meliputi Partial Least Square (PLS) dan Generalized Structural Component Analysis (GSCA).
Menurut Berenson dan Levin (1996 : 120), Ghozali (2008c : 25) dan Kurniawan dan Yamin (2009 : 13) varian adalah penyimpangan data dari nilai mean(rata-rata) data sampelVariance mengukur penyimpangan data dari nilai mean suatu sampel, sehingga merupakan suatu ukuran untuk variabel-variabel metrik. Secara matematik, varians adalah rata-rata perbedaan kuadrat antara tiap-tiap observasi dengan mean, sehingga varians adalah nilai rata-rata kuadrat dari standar deviasi. Suatu variabel pasti memiliki varians yang selalu bernilai positif, jika nol maka bukan variabel tapi konstanta.
Sedangkan covariances menurut Newbold (1992 : 16) menunjukkan hubungan linear yang terjadi antara dua variabel, yaitu X dan Y. Jika suatu variabel memiliki hubungan linear positif, maka kovariannya adalah positif. Jika hubungan antara X dan Y berlawanan, maka kovariannya adalah negatif. Jika tidak terdapat hubungan antara dua variabel X dan Y, maka kovariannya adalah nol.

1.    Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM).
SEM berbasis covariance (Covariance Based SEM atau CB-SEM) dikembangkan pertama kali oleh Joreskog (1973), Keesling (1972) dan Wiley (1973). Menurut Ghozali (2008b : 1) CB-SEM mulai populer setelah tersedianya program LISREL III yang dikembangkan oleh Joreskog dan Sorbom pada pertengahan tahun 1970-an. Dengan menggunakan fungsi Maximum Likelihood(ML), CB-SEM berusaha meminimumkan perbedaan antara covariance matrixsampel dengan covariance matrix prediksi oleh model teoritis sehingga proses estimasi menghasilkan residual covariance matrix yang nilainya kecil mendekati nol. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam analaisis CB-SEM diantaranya :
a.    Asumsi penggunaan CB-SEM seperti analisis parametrik. Asumsi yangharus dipenuhi yaitu variabel yang diobservasi harus memilikimultivariate normal distribution serta observasi harus independen satu sama lain. Jika sample kecil dan tidak asimptotik akan memberikan hasil estimasi paramater dan model statistik yang tidak baik atau bahkan menghasilkan varian negatif yang disebut Heywood Case.
b.    Jumlah sampel yang kecil secara potensial akan menghasilkan kesalahan Tipe II yaitu model yang jelek masih menghasilkan model yang  fit.
c.    Analisis CB-SEM mengharuskan bentuk variabel laten yang indikator-indikatornya bersifat reflektif. Dalam model reflektif, indikator atau manifest dianggap variabel yang dipengaruhi oleh variabel laten sesuai dengan teori pengukuran klasik. Pada model indikator reflektif, indikator-indikator pada suatu konstruk (variabel laten) dipengaruhi oleh konsep yang sama. Perubahan dalam satu item atau indikator akan mempengaruhi perubahan indikator lainnya dengan arah yang sama.

Gambar 1.4. di bawah ini adalah contoh-contoh gambar variabel latenkepemimpinan dengan indikator reflektif. Perhatikan arah panah dalam gambar menjauh dari variabel laten kepemimpinan menuju masing-masing dimensi atau indikator :demokratis, autoktatis dan laizez-faire.


Gambar 1.4. Variabel (Konstruk) Laten Kepemimpinan
Dengan  Indikator Bersifat Reflektif.

Menurut kenyataan yang sesungguhnya indikator dapat dibentuk dalam bentukformatif. Dalam model formatif, indikator dipandang sebagai variabel yang mempengaruhi variabel laten. Indikator formatif tidak sesuai dengan teori klasik atau model analisis faktor. Contoh variabel formatif yang diberikan oleh Cohen et.al. (1970) dalam Ghozali (2008b : 3) adalah variabel laten Status Sosial Ekonomi (SSE) dengan indikator-indikator :pendidikan, prestise pekerjaan dan pendapatan. Dalam variabel laten SSE ini, jika salah satu indikator meningkat maka variabel SSE akan meningkat pula. Contoh variabel formatif lain adalah variabel laten Stress dengan indikator-indikator : kehilangan pekerjaan, perceraian dan kematian dalam keluarga.
Gambar 1.5. di bawah ini adalah contoh contoh gambar variabel laten Status Sosial Ekonomi (SSE) dengan indikator formatif. Perhatikan arah panah dalam gambar menuju pusat dari variabel laten Status Sosial Ekonomi (SSE) dimensi atau indikator : pendidikan, prestise pekerjaan dan pendapatan.

Gambar 1.5. Variabel (Konstruk) Laten Status Sosial Ekonomi
Dengan Indikator Bersifat Formatif.


Menggunakan model indikator formatif dalam CB-SEM akan menghasilkan model yang unidentified yang berarti terdapat covariance bernilai nol diantara beberapa indikator. Teori dalam analisis CB-SEM berperan sangat penting. Hubungan kausalitas model struktural dibangun atas teori dan CB-SEM hanya ingin mengkonfirmasi apakah model berdasarkan teori tidak berbeda dengan model empirisnya.
CB-SEM memiliki beberapa keterbatasan diantaranya jumlah sampel yang harus besar, data harus terdistribusi secara multivariat normal, indikator harus bersifat reflektif, model harus berdasarkan teori, adanya indeterminasi. Untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan itu maka dikembangkanlah SEM berbasis komponen atau varian yang disebut Partial Least Square (PLS).

2.    Variance atau Component Based SEM (VB-SEM).
a.      PLS-SEM.
Secara umum, PLS-SEM bertujuan untuk menguji hubungan prediktif antar konstruk dengan melihat apakah ada hubungan atau pengaruh antar konstruk tersebut. Konsekuensi logis penggunaan PLS-SEM adalah pengujian dapat dilakukan tanpa dasar teori yang kuat, mengabaikan beberapa asumsi (non-parametrik) dan parameter ketepatan model prediksi dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2). PLS-SEM sangat tepat digunakan pada penelitian yang bertujuan mengembangkan teori.

b.      GSCA.
GSCA menggabungkan karakteristik yang terdapat pada CB-SEM dan PLS-SEM . GSCA dapat meng-handle variabel laten dengan banyak indikator sama seperti PLS-SEM, mensyaratkan kriteria goodness of fit model serta indikator dan konstruknya harus berkorelasi seperti CB-SEM. Menurut Latan (2012 : 10) metode GSCA sampai saat ini jarang digunakan secara luas oleh para peneliti karena metode ini relatif masih baru.
GSCA memiliki tujuan yang sama dengan PLS-SEM, tidak mensyaratkan asumsi multivariate normality data, dan bisa dilakukan pengujian tanpa dasar teori yang kuat dengan jumlah sampel yang kecil.
Pada prinsipnya seorang peneliti yang akan menggunakan model persamaan struktural harus terlebih dahulu mengetahui atau menentukan alat analisis apa yang akan digunakan. Tabel 1.3. di bawah menjelaskan pedoman pengunaan jenis SEM apakah CB-SEM, PLS-SEM atau GCSA.

Kriteria Penggunaan CB-SEM, PLS-SEM dan GSCA.


 Kriteria Penggunaan CB-SEM, PLS-SEM dan GSCA.

NO
KRITERIA
CB-SEM
PLS-SEM
GSCA
1
Tujuan Penelitian
Untuk menguji teori atau mengkonfirmasi teori (orientasi parameter)
Untuk mengembangkan teori atau membangun teori (orientasi prediksi)
Untuk mengembangkan atau membangun teori (orientasi prediksi)
2
Pendekatan
Berdasarkan covariance
Berdasarkan variance
Berdasarkanvariance
3
Spesifikasi Model Pengukuran
Mensyaratkan adanya error terms dan indikator hanya berbentuk reflective.(indikator bisa juga berbentuk formatif tetapi memerlukan prosedur yang kompleks)
Indikator dapat berbentukformative dan reflective serta tidak mensyaratkan adanya error terms
Indikator dapat berbentuk reflectivedan formative serta dapat dilakukan spesifikasi model
4
Model Struktural
Model dapat berbentukrecursive dan non-recursive dengan tingkat kompleksitas kecil sampai menengah
Model dengan kompleksitas besar dengan banyak konstruk dan banyak indikator
Model dengan kompleksitas besar dengan banyak konstruk dan banyak indikator
5
Karakteristik Data dan Alogaritma
Mensyaratkan jumlah sampel yang besar dan asumsi multivariate normality terpenuhi (parametrik)
Jumlah sampel dapat kecil dan bisa dilanggarnya asumsimultivariate normality (non-parametik)
Jumlah sampel dapat kecil dan tidak mensyaratkan asumsimultivariate normality (non-parametik)
6
Evaluasi Model
Mensyaratkan terpenuhinya kriteria goodness of fitsebelum estimasi parameter
Estimasi parameter dapat langsung dilakukan tanpa persyaratan kriteria goodness of fit
Mensyaratkan terpenuhinya kriteriagoodness of fit untuk evaluasi model
7
Pengujian Signifikansi
Model dapat diuji dan difalsifikasi
Tidak dapat diuji dan difalsifikasi
Tidak dapat diuji dan difalsifikasi
8
Software Error
Sering bermasalah denganinadmissible dan faktorindeterminacy
Relatif tidak menghadapi masalah (crashing) dalam proses iterasi model
Sering bermasalah dengan inadmissibledan faktorindeterminacy
9
Besar sample
Kekuatan analisis didasarkan pada model spesifik-minimal direkomendasikan berkisar dari 200 sampai 800

Kekuatan analisis didasarkan pada porsi dari model yang memiliki jumlah prediktor terbesar. Minimal direkomendasikan berkisar dari 30 sampai 100 kasus
-
10
Asumsi
Multivariate normaldistributionindependence observation
Spesifisik prediktor
(nonparametric)
-
11
Implikasi
Optimal untuk ketepatan parameter
Optimal untuk ketepatan prediksi
-
12
Estimasi Parameter
Konsisten
Konsisten sebagai indikator dan sample size meningkat (consistency at large)
-
13
Kompleksitas Model
Kompleksitas kecil sampai menengah (kurang dari 100 indikator)
Kompleksitas besar (100 konstruk dan 1000 indikator)
-
14
Skore Variabel Laten
Indeterminate
Secara eksplisit di estimasi
-

MENGAPA MENGGUNAKAN SEM (STRUCTURAL EQUATION MODELING)?

SEM merupakan analisis yang tepat digunakan untuk analisis multivariat dalam penelitian sosial selain keuangan atau variabel yang digunakan menggunakan skala nominal/rasio. Karena dalam beberapa kasus, peneliti harus menggunakan variabel laten (variabel yang tidak dapat diukur secara langsung). Misalnya kepuasan konsumen, motivasi, komitmen organisasional, dll. Variabel tersebut tidak dapat diukur secara langsung sehingga peneliti harus menggunakan beberapa indikator atau pertanyaan kuesioner. Berbeda dengan variabel yang terukur langsung seperti laba bersih, gaji bulanan, berat badan, dll. Jika kita menggunakan analisa regresi, maka setiap variabel tersebut diasumsikan dapat diukur secara langsung sehingga kita menggunakan skor rata-rata atau total dari item-item tersebut. Namun, metode ini mengabaikan adanya kesalahan pengukuran (measurement error). Jika kita tidak memperhitungkan kesalahan pengukuran tersebut maka koefisien jalur dapat menjadi bias (Smith dan Langfield, 2004, Hair 2011). Selain itu SEM mampu menguji penelitian yang kompleks dan banyak variabel secara simultan. SEM dapat menyelesaikan analisis dengan satu kali estimasi dimana yang lain diselesaikan dengan beberapa persamaan regresi. SEM dapat melakukan analisis faktor, regresi dan jalur sekaligus.
SEM merupakan salah satu jenis analisis multivariat generasi kedua. Kenapa dibilang generasi kedua? Kemajuan ilmu dan teknologi memungkinkan perkembangan alat analisis statistika, khususnya statistik inferensial penelitian dengan analisis multivariat. Hair (2013) membagi metode analisis multivariat menjadi dua kelompok menurut waktu perkembangannya yaitu teknik generasi pertama dan generasi kedua. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tujuan Utama Eksplorasi
Tujuan Utama Konfirmasi
Teknik Generasi I
-          Analisis kluster
-          Exploratory factor analysis
-          Multidimensional scalling
-          Analysis of Variance
-          Regresi
-          Korelasi
Teknik Generasi II
-          Partial Least Squares/ Variance SEM (SEM-PLS)
-          Covariance-based SEM (CB-SEM)

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa ternyata ada 2 SEM yaitu CB-SEM dan VB-SEM/PLS. Dua-duanya adalah SEM. Namun kapan kita menggunakan CB-SEM atau SEM-PLS. Berikut panduan singkat (rule of tumb) memilih CB-SEM atau PLS-SEM:

CB-SEM
PLS-SEM
Tujuan Penelitian
menguji teori, konfirmasi teori atau membandingkan berbagai alternatif teori
Bersifat eksploratoris atau perluasan teori, mengidentifikasi variabel determinan utama atau memprediksi konstruk tertentu
Spesifikasi Model Pengukuran
Erorr term memerlukan spesifikasi tambahan seperti kovariasi
Terdapat konstruk formatif. (CB-SEM hanya reflektif)
Model Struktural
Konstruk terdapat hubungan nonrecursive (timbal balik)
Tidak terdapat hubungan nonrecursive (timbal balik)
Karakteristik Data dan Algoritma
Data memenuhi asumsi-asumsi CB-SEM seperti minimal ukuran sampel dan distribusi normal.
Jika ukuran sampel relatif kecil dan tidak memenuhi asumsi-asumsi CB-SEM (spesifikasi model, identifikasi,nonconvergence, distribusi data, dsb)
Evaluasi Model
Penelitian yang memerlukan indeks goodness of fit yang lengkap secara keseluruhan
Tidak memerlukan indeks goodness of fit yang lengkap

Karena terdapat dua jenis SEM, maka peneliti harus benar-benar memahami beberapa persyaratan dalam penggunakaan jenis software SEM sehingga hasil pengolahan compatible dan akurat. Berikut jenis SEM dan software komputer yang cocok untuk digunakan :
Jenis SEM
Software yang sesuai
Covariance Based (CB-SEM)
  • AMOS
  • LISREL
  •  EQS
  •  M-Plus
Variance/Component Based (VB-SEM/PLS)
  • TETRAD
  • GSCA
  • Smart PLS
  • Warp PLS

Sumber : http://yrasemsi.blogspot.com/2014/01/mengapa-menggunakan-sem-structural.html